Oleh: buntar candra (buntaroutsidersaremania) | Mei 18, 2010

Sekeluarga Ditemukan Membusuk

Sekeluarga Ditemukan Membusuk PDF Print
PEMALANG(SI) – Warga Desa Cokro Utara, Kelurahan Mulyoharjo Kecamatan/Kabupaten Pemalang digegerkan dengan tewasnya empat orang di dalam rumahnya sendiri sore kemarin.

Empat korban tersebut adalah Sarminah, 47,Winda Permatasari,22, dan anaknya yang masih berusia sembilan bulan, Gita, serta pembantu Sarminah,Mudri,65.Mereka ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi mengenaskan.Tubuh korban rata-rata sudah lebam dan diperkirakan mereka tewas sekitar empat hari sebelumnya. Kematian empat korban yang seluruhnya perempuan tersebut masih misterius.

Sebab saat ditemukan rumah korban dalam kondisi terkunci.Dari pemeriksaan sementara polisi, tidak ditemukan bekas penganiayaan di tubuh mereka. Diduga empat warga tersebut menjadi korban pembunuhan. Di sisi lain, polisi juga menemukan tanda-tanda korban mengalami keracunan. Selama ini, selain Sarminah, rumah itu dihuni oleh Winda,Gita, Mudri dan Aproni, suami Winda.

Namun Aproni jarang di rumah karena bekerja di kapal laut. Seluruh korban tadi malam disemayamkan di kamar mayat RSUD Doktor Azhari Pemalang. Sedangkan rumah korban dipasangi garis polisi. Tokoh masyarakat Desa Cokro Utara Carmadi,62, mengatakan, warga semula tidak tahu jika empat korban ini sudah tewas di rumah. Warga hanya mencium bau busuk yang cukup menyengat dari dalam rumah korban. “Bau busuk ini dari dalam rumah itu.

Tapi, kami kesulitan masuk ke rumah korban,karena pintu rumahnya terkunci.Kami terpaksa dobrak pintu,” katanya ditemui di lokasi kejadian. Korban yang pertama kali ditemukan adalah Sarminah dengan posisi telentang di ruang belakang. Setelah itu,Winda Permatasari dengan posisi masih mendekap anaknya, Gita, di ruang kamar. Sedangkan Mudri, pembantu rumah tersebut ditemukan di ruang depan.

“Seluruh korban kondisinya sudah lebam dan bau busuk,” ujarnya. Menurut dia,korban diduga sudah tewas sekitar empat hari lalu. Ini diketahui dari kondisi tubuh korban yang rata-rata sudah lebam. “Tidak ada barang yang hilang, kecuali sepeda motor Honda Supra X,” ucapnya. Perangkat Desa Cokro Utara Hartanto mengatakan, korban selama ini dikenal supel dan sering bergaul dengan warga sekitar sehingga kematian mereka sungguh mengagetkan.

“Kehidupan rumah tangga korban selama ini juga tidak ada masalah dan tidak pernah cek cok,” ujarnya. Namun,ujar Hartanto,sebelum peristiwa ini terjadi, menantu korban Aproni,minta bercerai dengan Winda Permatasari. Namun permintaan ini ditolak oleh anak korban.” Informasinya begitu.Apakah korban dibunuh atau tidak saya tidak tahu,” katanya. Kasatreskrim Polres Pemalang AKP Suwarto menjelaskan,hingga kini pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab tewasnya keempat korban.

“Kita tidak bisa mendugaduga. Kita nunggu hasil visum et repertum,” jelasnya. Menurut dia, hasil pemeriksaan medis sementara tidak ditemukan luka memar bekas pukulan pada tubuh korban. “Kalau dari luar tidak ada luka.Tapi, sepertinya ada tanda-tanda keracunan,” katanya. Dia menambahkan,kasus tewasnya empat orang ini diketahui setelah warga sekitar melapor ke polsek. “Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab tewasnya korban,” tandasnya. (kastolani)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: