Oleh: buntar candra (buntaroutsidersaremania) | Mei 4, 2010

Kementerian KP Akan Bentuk Tim Pencari Harta Karun Sendiri

Kementerian KP Akan Bentuk Tim Pencari Harta Karun Sendiri

harta karun

harta karun

Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP) akan segera membentuk tim pencari harta karun sendiri. Hal ini dilakukan setelah proses pelelangan harta karun peninggalan Tiongkok dan Persia senilai Rp 720 miliar selesai.

“Kita akan ajukan proposal ke Menkeu untuk masalah ini. Untuk bisa melakukan survei dan membiayai penelitian di titik-titik lain,” kata Pelaksana Tugas Direktur Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP) Sudirman Saad pada detikcom, Senin (3/5/2010) malam.

Menurut Sudirman, selama ini perusahaan asing dan para pemburu harta karun dari luar negeri yang aktif melakukan pencarian. Hal ini disebabkan, para perusahaan asing tersebut memiliki modal yang cukup besar untuk menjalankan proyek.

“Biayanya cukup besar bisa sampai USD 10 juta sekali ngangkat kapal. Kalau kita kan nggak mampu,” tambahnya.

Untuk itu, Sudirman berharap lewat lelang pada tanggal 5 Mei mendatang, ada tambahan anggaran untuk melakukan penelitian kapal-kapal yang karam. Khususnya, yang memiliki nilai historis tinggi.

“Dengan terungkapnya harta itu, semakin meyakinkan kita kalau nenek moyang kita pelaut. Bangsa ini juga bergaul dengan peradaban tinggi di China,” lanjutnya.

Harta karun senilai Rp 720 miliar tersebut diangkut dari perairan Laut Jawa, utara Cirebon, oleh PT Paradigma Putra Sejahtera (PPS) bekerjasama dengan COSMIX Underwater Research Ltd (Cosmix). Pemburu harta karun dari Belgia, Luc Haymens, yang terlibat dalam proyek ini menyatakan, pihaknya perlu menyelam 22 ribu kali untuk mengangkut harta karun itu dari dasar laut dalam rentang waktu Februari 2004 hingga Oktober 2005.

Item yang dilego mencakup rubi, mutiara, perhiasan emas, batu kristal dari dinasti Fatimiyah, gelas dari Iran dan porselen indah kekaisaran Cina peninggalan sekitar tahun 976.

Rincian harta karun yang dilelang antara lain vas bunga terbesar dari Dinasti Liao (907-1125), keramik Yue Mise dari era Lima Dinasti (907-960) dengan warna hijau khusus untuk Kaisar. Selain itu ada juga 11.000 mutiara, 4.000 rubi, 400 safir merah dan lebih dari 2.200 batu akik.

Sumber : Rachmadin Ismail – detikNews dan detik.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: